Perdagangan lintas batas atau cross border trade menjadi salah satu peluang strategis yang terus berkembang di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Letaknya yang berdekatan dengan negara tetangga menjadikan daerah ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Melihat peluang tersebut, Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Kepulauan Riau mengambil langkah nyata dengan memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui program pendampingan bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan digital yang sesuai dengan praktik akuntansi modern sehingga lebih siap menghadapi persaingan di pasar global.
Menyiapkan UMKM Kepri Menghadapi Peluang Perdagangan Internasional
Sebagai daerah maritim yang memiliki posisi strategis, Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam perdagangan internasional. Kedekatan wilayah dengan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar melalui perdagangan lintas batas.
Menyadari besarnya peluang tersebut, Asprindo Kepri terus mendorong anggotanya agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan kegiatan pendampingan bertajuk PKM Kolaborasi Internasional “Standar Laporan Keuangan Digital bagi UMKM Asprindo dalam Ekosistem Cross Border Trade di Wilayah Maritim”.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu memenuhi standar administrasi usaha yang semakin dibutuhkan dalam perdagangan global.
Kolaborasi Asprindo dan UMRAH Perkuat Kompetensi UMKM
Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam.
Sebanyak 30 pelaku UMKM yang tergabung dalam Asprindo mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berdiskusi sekaligus bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam menjalankan usaha di kawasan perdagangan lintas batas.
Pendampingan dibuka langsung oleh Sekretaris Umum Asprindo, Affu Indrawan, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengikuti perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif.
Menurutnya, kesiapan pelaku UMKM tidak hanya diukur dari kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mengelola administrasi usaha secara profesional.
Tim Dosen UMRAH Berbagi Pengetahuan dan Praktik Terbaik
Sebagai mitra dalam kegiatan ini, Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menghadirkan tim dosen dari berbagai bidang keahlian.
Materi disampaikan secara bergantian oleh:
- Dr. Asmaul Husna, SE., Ak., MM., CA
- Dr. Sri Ruwanti, SE., M.Sc
- Mita Elvira, SE., MBA
- Nurhasanah, SE., M.Si
Keempat narasumber memberikan pemaparan mengenai berbagai aspek penting yang dibutuhkan pelaku UMKM, mulai dari akuntansi, bisnis digital, manajemen usaha, hingga strategi pengembangan UMKM di wilayah maritim.
Melalui pendekatan yang praktis, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penyusunan laporan keuangan yang rapi, akurat, dan terdokumentasi secara digital sebagai bagian dari tata kelola usaha yang profesional.
Pentingnya Standar Laporan Keuangan Digital
Salah satu fokus utama dalam pendampingan ini adalah penerapan standar laporan keuangan digital yang mengikuti praktik akuntansi terkini.
Dalam era digital dan perdagangan internasional, laporan keuangan tidak lagi sekadar menjadi dokumen administrasi, tetapi juga menjadi salah satu indikator utama yang digunakan oleh lembaga keuangan maupun calon mitra bisnis dalam menilai kesehatan sebuah usaha.
Dengan memiliki laporan keuangan yang tersusun secara baik, pelaku UMKM akan lebih mudah memantau perkembangan usahanya, mengambil keputusan bisnis berdasarkan data, serta meningkatkan kredibilitas usaha di mata investor maupun perbankan.
Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM membangun sistem administrasi keuangan yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini.
Mendorong UMKM Menjadi Lebih Bankable
Selain membahas perdagangan internasional, sesi diskusi juga mengangkat pentingnya pengelolaan administrasi keuangan agar usaha menjadi bankable, yaitu memenuhi persyaratan untuk memperoleh akses pembiayaan dari lembaga perbankan maupun institusi keuangan lainnya.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana pencatatan transaksi yang baik, penyusunan laporan keuangan yang sistematis, hingga pentingnya transparansi dalam pengelolaan usaha.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM yang ingin memperluas skala usaha, memperoleh tambahan modal, maupun membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
Melalui administrasi keuangan yang tertata, pelaku usaha akan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Wujud Pengabdian Perguruan Tinggi kepada Masyarakat
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan wilayah maritim, UMRAH terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Sejalan dengan kebutuhan dunia usaha yang semakin berkembang, FEBM UMRAH juga telah resmi membuka Program Studi Perdagangan Internasional untuk melengkapi empat program studi yang telah ada sebelumnya, yaitu Akuntansi, Manajemen, Bisnis Digital, dan Kewirausahaan.
Kehadiran program studi tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang perdagangan internasional sekaligus mendukung pengembangan ekonomi maritim di Kepulauan Riau.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM
Kolaborasi antara Asprindo Kepri dan UMRAH menjadi bukti bahwa penguatan UMKM membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari organisasi pengusaha, perguruan tinggi, hingga pemerintah.
Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengelolaan usaha yang lebih profesional, tetapi juga mendapatkan bekal untuk menghadapi peluang perdagangan lintas batas yang semakin terbuka.
Asprindo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM Indonesia, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Dengan kemampuan manajemen yang semakin baik, laporan keuangan yang lebih profesional, serta kesiapan menghadapi perdagangan internasional, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.







