Asprindo dan Desa Emas Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa Berbasis Industri Lokal

Asprindo dan Desa Emas Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa Berbasis Industri Lokal

Jakarta, 20 Februari 2026 – Upaya memperkuat perekonomian berbasis desa terus menjadi perhatian berbagai pihak di Indonesia. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) yang memperkuat kerja sama dengan gerakan pembangunan desa yang dikenal dengan Desa Emas. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat akar rumput sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal, menyampaikan bahwa hubungan antara Asprindo dan Desa Emas sebenarnya telah terjalin cukup lama. Namun, pada tahun 2026 ini kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama agar dampaknya terhadap masyarakat desa semakin nyata.

“Cara kita sama, yaitu menggerakkan perekonomian dari bawah, ya dari desa itu. Kita membina, mendampingi, memberikan pelatihan pada masyarakat pedesaan, agar bisa membangun dan mengembangkan potensi yang ada di daerah mereka. Kita pun akan membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan tersebut,” kata Jose dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Ekonomi Kuat Dimulai dari Desa

Menurut Jose Rizal, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus dimulai dari tingkat paling dasar, yaitu desa. Desa memiliki potensi sumber daya alam, budaya, serta tenaga kerja yang besar. Namun, potensi tersebut sering kali belum dioptimalkan karena keterbatasan akses pasar, teknologi, dan pendampingan usaha.

Melalui kolaborasi antara Asprindo dan Desa Emas, masyarakat desa didorong untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang dimiliki. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang produktif.

Jose menjelaskan bahwa ketika perekonomian desa bergerak, maka akan tercipta efek berantai atau multiplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

“Dengan menggerakkan perekonomian daerah, maka akan terbentuk multiplier effect yang akan mendorong roda perekonomian, tak hanya lokal tapi juga nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa ekonomi akan menjadi lebih kuat jika dibangun dari bawah, karena masyarakat menjadi aktor utama dalam proses pembangunan ekonomi.

“Perekonomian akan kuat, karena ekonominya dibangun dari bawah. Masyarakat juga menjadi sejahtera karena usaha dijalankan secara profesional dan berbasis teknologi, namun tetap mengikuti nilai-nilai adat yang ada di daerah tersebut,” tambahnya.

Kolaborasi Program Kampung Industri dan Desa Emas

Ketua Dewan Pembina Desa Emas, Aries Muftie, menjelaskan bahwa pertemuan antara kedua pihak dilakukan untuk menyelaraskan berbagai program yang dimiliki masing-masing organisasi. Dengan penyelarasan ini, diharapkan kolaborasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Menurut Aries, visi dan misi antara Asprindo dan Desa Emas memiliki kesamaan yang kuat, terutama dalam mendorong lahirnya industri berbasis desa.

“Visi dan misi kita ini sama, yaitu satu desa, satu industri. Sehingga, kami memutuskan lebih berkolaborasi. Asprindo punya Kampung Industri, Desa Emas punya program Patriot Desa dan Permata,” kata Aries.

Program Kampung Industri yang digagas Asprindo bertujuan menciptakan ekosistem usaha berbasis masyarakat di suatu wilayah desa. Sementara itu, gerakan Desa Emas melalui program Patriot Desa dan Permata fokus pada penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi lokal desa.

Dengan kolaborasi ini, kedua program tersebut diharapkan dapat saling melengkapi dan mempercepat proses pembangunan ekonomi desa.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden

Aries Muftie juga menilai bahwa kerja sama antara Asprindo dan Desa Emas sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dalam konsep pembangunan tersebut, sebagian besar program diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan berbasis desa.

Salah satu program yang dinilai memiliki keterkaitan dengan gerakan ekonomi desa adalah rencana pembentukan 88 ribu koperasi desa dan kelurahan.

“Salah satunya yang betul-betul berelasi walaupun agak ambisius, adalah program 88 ribu koperasi desa dan kelurahan,” ujar Aries yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pokja Industri Pedesaan di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) pada periode 2016–2019.

Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi desa, terutama jika didukung dengan pengembangan industri lokal dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menjawab Tantangan Sumber Daya Manusia

Selain aspek ekonomi, kolaborasi antara Asprindo dan Desa Emas juga diharapkan mampu menjawab salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Aries menilai bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur atau investasi ekonomi, tetapi juga tentang peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan potensi lokal.

Melalui program pelatihan, pendampingan usaha, serta akses jaringan pasar yang dimiliki Asprindo, masyarakat desa diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya sebagai pelaku usaha yang mandiri dan kompetitif.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu membuka peluang bagi lahirnya wirausahawan baru dari desa yang mampu membawa produk-produk lokal menembus pasar nasional bahkan internasional.

Dengan sinergi yang kuat antara organisasi pengusaha dan gerakan pembangunan desa, Asprindo dan Desa Emas optimistis bahwa ekonomi desa dapat menjadi fondasi utama dalam memperkuat perekonomian nasional di masa depan.

ASPRINDO

Follow Sosial Media ASPRINDO

Design Website by Lafasy Digital