Salatiga, 11 September 2025 – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) Jawa Tengah terus memperluas langkah strategis dalam membawa produk unggulan daerah ke pasar internasional. Melalui audiensi bersama Pemerintah Kota Salatiga, ASPRINDO Jateng membahas rencana partisipasi komoditas lokal Indonesia dalam ajang internasional di Portugal.
Produk yang akan menjadi andalan dalam pameran tersebut adalah kopi dan vanili asal Salatiga, dua komoditas yang dinilai memiliki kualitas dan potensi ekspor yang kuat.
Audiensi Bersama Pemerintah Kota Salatiga
Audiensi yang digelar di Balai Kota Salatiga disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pengembangan komoditas lokal.
Dalam pertemuan tersebut, ASPRINDO Jateng memaparkan rencana keikutsertaan dalam pameran internasional yang akan berlangsung pada 28 September 2025 di Portugal. Pada ajang tersebut, ASPRINDO akan membawa sampel kopi dan vanili Salatiga untuk diperkenalkan kepada pasar global.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi promosi produk lokal agar mampu menembus pasar internasional sekaligus memperluas jaringan distribusi.
Kopi dan Vanili Sebagai Produk Unggulan Home Industry
Kopi dan vanili Salatiga termasuk dalam kategori home industry yang menjadi salah satu program prioritas pengembangan ASPRINDO. Produk berbasis usaha kecil dan menengah ini dinilai memiliki daya saing jika dikelola secara profesional dan didukung dengan akses pasar yang lebih luas.
Keikutsertaan dalam ajang internasional di Portugal diharapkan mampu membuka peluang ekspor baru bagi para pelaku usaha dan petani lokal. Tidak hanya sekadar memamerkan produk, tetapi juga membangun citra bahwa hasil pertanian Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di panggung global.
Bagi ASPRINDO, membawa produk ke luar negeri bukan sekadar kegiatan promosi, melainkan bagian dari upaya mendorong peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Dengan akses pasar yang lebih luas, produk kopi dan vanili dapat memiliki harga jual yang lebih kompetitif dan menguntungkan petani.
Pengembangan Komoditas Lain: Tembakau dan Cengkeh
Selain kopi dan vanili, ASPRINDO juga tengah mengupayakan pengembangan komoditas lain seperti tembakau dan cengkeh. Keempat produk tersebut dipilih karena memiliki potensi besar dalam peningkatan nilai tambah serta peluang ekspor.
Komoditas pertanian seperti tembakau dan cengkeh memiliki pasar yang stabil, baik untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun luar negeri. Dengan pendekatan pengembangan yang terstruktur, komoditas ini diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah ini menunjukkan bahwa ASPRINDO tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi membangun ekosistem penguatan produk unggulan berbasis potensi daerah.
Diplomasi Pemasaran Lewat Film
Dalam audiensi tersebut, ASPRINDO juga menyampaikan rencana pembuatan film sebagai bagian dari diplomasi pemasaran produk Indonesia. Film ini dirancang untuk memperkenalkan produk pertanian dan komoditas nasional melalui media visual yang lebih menarik dan komunikatif.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau pasar internasional. Melalui media film, potensi produk lokal dapat dikemas dalam narasi yang kuat, memperlihatkan proses produksi, kualitas bahan baku, serta nilai budaya yang melekat pada produk tersebut.
Strategi pemasaran berbasis visual diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk Indonesia di mata pembeli global.
Dukungan Pemerintah Kota Salatiga
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembawaan kopi dan vanili ke Portugal. Ia menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat untuk membawa nama Salatiga ke tingkat internasional.
Menurut Nina, meskipun produksi pangan di Salatiga masih perlu ditingkatkan, upaya ini menjadi langkah awal yang baik dalam memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan produsen lokal.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta komunitas petani dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dengan sinergi yang kuat, pengembangan komoditas unggulan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Mendorong Sinergi Antar Wilayah
ASPRINDO berharap inisiatif ini tidak hanya berdampak bagi Salatiga, tetapi juga menjadi pemicu sinergi antar wilayah di Indonesia. Setiap daerah memiliki produk unggulan yang dapat dikembangkan dan dipasarkan ke luar negeri.
Dengan memperluas jaringan pemasaran internasional, produk-produk lokal dari berbagai wilayah dapat saling mendukung dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang kaya komoditas.
Langkah membawa kopi dan vanili Salatiga ke Portugal pada 28 September 2025 menjadi simbol komitmen ASPRINDO dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui kolaborasi, promosi internasional, dan penguatan home industry, diharapkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil dapat meningkat secara nyata.
Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa produk daerah, jika dikelola dengan strategi yang tepat, mampu tampil percaya diri di panggung global.







