Jakarta, 27 September 2025 – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) kembali memperkuat langkah strategisnya dengan menjalin kerja sama bersama tiga perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada Sabtu (27/9/2025) dalam ajang Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2025.
Tiga perguruan tinggi yang menandatangani kerja sama tersebut adalah UIN Imam Bonjol Padang, Asia Pacific University of Technology & Innovation (A.P.U) Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jose Rizal Memorial State University, Filipina.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta penciptaan lapangan kerja.
Mutual Benefit Dunia Usaha dan Kampus
Ketua Umum ASPRINDO, Jose Rizal, menyambut gembira terjalinnya kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan banyak nilai tambah (value) bagi para pengusaha, mulai dari alih pengetahuan, transfer teknologi, hingga penyediaan SDM yang kompeten.
“Sebaliknya, dunia usaha menyediakan lapangan kerja, pengalaman dan kesempatan. Sinergi ini akan membuat pengusaha berlari lebih kencang. Ini adalah mutual benefit. Dan saya kira, model seperti ini harus terus kita kembangkan, jika ingin pengusaha bumiputera cepat naik kelas,” ujar Jose dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/9/2025).
Ia menegaskan bahwa kemitraan seperti ini penting untuk mendorong pengusaha bumiputera agar mampu bersaing secara nasional maupun global. Dunia pendidikan menyediakan fondasi ilmu dan riset, sementara dunia usaha menjadi ruang implementasi dan pengembangan nyata.
Dalam momen tersebut, Jose juga menyinggung hal menarik terkait keikutsertaan Jose Rizal Memorial State University dalam penandatanganan MoU. Nama universitas tersebut identik dengan nama pahlawan nasional Filipina, yang juga diwarisi oleh Ketua Umum ASPRINDO. “Ini mempertemukan dua Jose Rizal,” ujarnya sambil tersenyum.

Implementasi Program DUDI Bersama UIN Imam Bonjol Padang
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan perwujudan program Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Melalui kemitraan ini, mahasiswa memiliki peluang lebih luas untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.
“Karena itu, kami menjalin kerja sama dengan pihak pengusaha, industri, hingga asosiasi, sebagai stakeholder dalam bidang bisnis. Ini akan membantu para siswa kami untuk memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi,” kata Prof. Martin usai penandatanganan.
Salah satu implementasi konkret kerja sama ini adalah program pelatihan kerja atau magang serta pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam ASPRINDO.
Prof. Martin juga menegaskan bahwa alasan pihaknya bekerja sama dengan ASPRINDO karena organisasi ini dinilai memiliki kiprah yang jelas dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat serta memiliki komitmen membantu dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
Kolaborasi Bidang Teknologi Bersama APU Malaysia
Sementara itu, Chief Innovation & Enterprise Officer APU, Prof. Ir. Euring. Dr. Vinesh Thiruchelvam, menjelaskan bahwa MoU ini difokuskan pada peningkatan keahlian dan penguasaan teknologi baru yang terus berkembang (emerging technology).
Bidang studi yang akan didorong dalam kerja sama ini meliputi komputer, teknologi, dan rekayasa. Dengan kolaborasi ini, diharapkan lahir talenta-talenta baru yang mampu menjawab tantangan era digital dan industri berbasis teknologi.
“Dengan kolaborasi ini, diharapkan akan muncul talent-talent baru di APU, yang nantinya bisa dibantu oleh Asprindo untuk menciptakan bidang kerja baru di Indonesia,” ujar Prof. Thiruchelvam.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diyakini akan memberikan hasil positif, mengingat ASPRINDO memiliki jaringan luas dan berperan aktif dalam peningkatan perekonomian Indonesia.
Riset dan Layanan Komunitas Bersama Jose Rizal Memorial State University
Kerja sama dengan Jose Rizal Memorial State University, Filipina, difokuskan pada riset di bidang pendidikan dan layanan komunitas. Vice President for External Affairs, Linkages, and Resource Generation universitas tersebut, Dr. Joseph Salvel R. Campiseno, menyampaikan bahwa kerja sama ini direncanakan berlangsung selama empat tahun.
“Setelah berkas ini ditandatangani oleh kepala kami, maka kami akan mendorong program-program seperti pertukaran pelajar maupun pengajar, riset, hingga pemberian layanan bagi komunitas. Untuk bidang studinya adalah pertanian, bio marine, dan animal science,” kata Campiseno.
Program pertukaran pelajar dan dosen, serta riset bersama di bidang pertanian dan ilmu kelautan, diharapkan mampu memperkuat hubungan internasional sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sinergi Global untuk Pengusaha Bumiputera Naik Kelas
Kerja sama dengan tiga perguruan tinggi ini menunjukkan komitmen ASPRINDO dalam membangun ekosistem kolaboratif antara dunia usaha dan pendidikan. Dengan sinergi yang terstruktur, pengusaha mendapatkan dukungan teknologi dan SDM berkualitas, sementara mahasiswa dan akademisi memperoleh akses nyata ke dunia industri.
Model kemitraan seperti ini diharapkan terus berkembang sebagai strategi mempercepat peningkatan kapasitas pengusaha bumiputera. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor, ASPRINDO berupaya mendorong lahirnya inovasi, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.





